30 October 2016

Kakek Kehilangan Kuda



Tersebutlah kisah di daerah yang berbatasan dengan suku pengembala hiduplah seorang kakek dengan anaknya. Mereka tinggal disebuh rumah dan memelihara seekor kuda.

Suatu hari kuda mereka hilang, lari jauh melewati daerah perbatasan. Mendengar kabar ini, para tetangga berdatangan menyatakan rasa simpati dan menghibur mereka. Sang kakek berkata "Terima kasih, saudara sekalian. Saya pribadi beranggapan bahwa hilangnya kuda ini bukan tak mungkin dapat membawa suatu berkah".

Beberapa bulan kemudian kudanya kembali dengan membawa seekor kuda lagi. Para tetangga memberi selamat. Kali ini si kakek berkata "Walaupun mendapatkan seekor kuda, tidak berarti hal ini suatu keberuntungan. Bisa saja kuda ini membawa kerugian".

Suatu hari, anaknya menunggang kuda tersebut, namun jatuh dan kakinya patah. Para tetangga berdatangan lagi, kali ini untuk menyatakan rasa simpati. Namun sang Kakek itu berkata "Bagaimana kalian yakin kejadian ini suatu yang buruk?".

Tidak lama setelah kejadian itu, suku pengembara menyerang kota si Kakek tadi. Setiap pemuda dan laki-laki yang sehat wajib ikut berperang membela kota mereka. Karena kaki anak itu patah, ia terlepas dari wajib militer dan selamatlah nyawanya. Mereka yang berangkat berperang, hampir semuanya gugur.

Bisakah kita mengetahui rencana Tuhan? Sampai kapanpun kita tak akan tahu apa kehendak Yang Maha Tahu. Hidup kita sepenuhnya milikNya. Karena Dia lah pemilik semua yg ada di bumi dan langit dan seisinya.

Satu hal yg harus diyakini bahwa Allah Maha Tahu apa yg kita butuhkan dan yg kita inginkan. Dia Yang Maha Pengasih tak akan membawa kita ke tempat yang buruk. Kita hanya perlu yakin dan berserah padaNya.


by Darto


No comments:

Post a Comment